Oktober 2009


Luka pada orang normal bisa sembuh atau mengering dengan cepat, namun bagi penderita Diabetes Mellitus (DM) dan juga stroke penyembuhan luka lecet memerlukan waktu lama dan harus segera diobati hingga tuntas. Kadang pengobatannya harus diberi antibiotik untuk mencegah parahnya luka. Jika kondisi luka lebih parah bahkan membusuk, maka bisa jadi bagian yang busuk itu harus diamputasi.

MENGATASI LUKA DEKUBITUS

Awalnya sepulang rawat inap dari Rumah Sakit, saya temukan ada bekas luka di lipatan pinggul kiri Iman (Alm. suami saya). Mungkin karena waktu tidur Iman menghadap satu sisi dalam jangka waktu lama. Saya pikir lipatan itu akan hilang dengan sendirinya. Menurut Ivo, luka itu adalah dekubitus yaitu luka tekan akibat posisi [pasien] yang tak berubah. Luka ini umum ditemukan pada pasien yang imobilisasi seperti Iman.

Hanya selang beberapa hari, saya diberitahu oleh perawat bahwa luka lecet dipinggul kiri makin membesar dan bernanah, sedangkan luka di pangkal lengan kiri melepuh. Kemungkinan luka-luka tersebut akibat gesekan kulit terhadap slinger hoist (crane atau alat bantu untuk memindahkan pasien) waktu memindahkan Iman dari tempat tidur ke kursi roda saat waktu mandi. Karena khawatir gesekan slinger-nya akan menyebabkan lukanya membesar, maka sementara ini rutinitas memandikan Iman di kamar mandi dan duduk di kursi roda ditiadakan.

Untuk perawatan luka, pada bagian luka dioles Nebacetin ointment dan luka sengaja tidak ditutup rapat agar terkena udara. Agar luka tidak tertekan atau terkena gesekan, perhatikan posisi tidur seperti terlentang atau dimiringkan ke bagian yang tidak ada luka. Jika dimiringkan pada bagian yang terdapat luka berilah penyangga berbentuk donat (gulungan kasa besar yg dibentuk menyerupai donat) sehingga bagian luka akan berada diantara cekungan donat). Tujuannya agar luka tersebut tidak tersentuh permukaan dan mudah mengering.

MANFAAT BUAH TEKOKAK UNTUK LUKA

Suatu hari salah seorang teman saya, Maya menyarankan untuk memakai tekokak untuk mengeringkan luka. Caranya: read more…

Hari ini saya kedatangan pelanggan yang Bapaknya kena kanker paru sudah stadium IV. Bapaknya sudah minta pulang saja dari rumah sakit, makanya mencari sewaan hospital bed dari Griyakami Homecare.

Suka miris kalo dengar ada keluarga dengan penyakit keras seperti ini yang secara kasar bisa dibilang lagi nunggu akhir hidup. Bagaimana ya, menyemangati mereka termasuk keluarga dekat yang sakit?

Kebetulan beberapa hari yang lalu saya membaca di internet tentang buah sirsak. Saya suka sekali jus sirsak….rasanya manis-manis asam. Ketika saya menyuruh pembantu untuk membelikan jus sirsak yang gak pake es batu untuk buka puasa saya, katanya udah kehabisan. Anak saya lalu bilang, sukanya yang aneh2 siy…..!!

Tapi ternyata dari bacaan tentang buah sirsak itu ada sesuatu yang membuat saya makin suka buah ini.

Saya copy paste aja ya….. (mudah2an bermanfaat)

This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it // <![CDATA[// <![CDATA[
document.write( '' );
// ]]>

Buah Sirsak, Pembunuh Kanker (Terjemahan Bebas)

Soursop, buah dari pohon Graviola adalah pembunuh alami sel kanker yang ajaib dengan 10.000 kali lebih kuat dari pada terapi kemo.

Tapi kenapa kita tidak tahu?

read more…