TEMPAT TIDUR PASIEN (MANUAL&ELEKTRIK)

Ditulis dalam ALAT KESEHATAN,HOMECARE,TEMPAT TIDUR oleh griyakami homecare pada 2 September 2010
Tags: , , , ,

Untuk merawat pasien di rumah (homecare) yang mengharuskan pasien untuk istirahat terus di tempat tidur, maka harus disediakan tempat tidur khusus pasien yang dapat membuat pasien merasa nyaman dan aman.

Ada 2 jenis tempat tidur pasien yaitu tempat tidur manual dan tempat tidur elektrik. (more…)

Perawatan Pasca Stroke di Rumah

Ditulis dalam HOMECARE,TEMPAT TIDUR oleh griyakami homecare pada 9 Juni 2010

Beberapa kali saya menilik pasien stroke atas permintaan keluarga setelah beberapa bulan mereka pulang dari Rumah Sakit, banyak kekecewaan di hati saya. Sebagian besar pasien-pasien tersebut hanya terbaring ditempat tidur di dalam kamar tanpa pernah lagi bisa beraktivitas normal seperti sebelum sakit dengan kaki dan tangan yang sudah kaku dan tubuh yang kurus.

Saat melihat CT-scan mereka saat di rawat dan menanyakan bagaimana keadaan saat pulang, di dalam hati seharusnya pasien-pasien ini bisa lebih baik.

Stroke memang suatu penyakit yang membawa kecacatan paling besar dan seringkali pasien pulang masih dalam keadaan belum pulih benar hanya telah melewati fase akut, sehingga perawatan yang baik di rumah tidak kalah pentingnya dengan perawatan yang mahal di rumah sakit dalam pemulihan penderita stroke. Keluarga pasien sering mengira meminum obat yang diresepkan oleh dokter sudah cukup menyelesaikan masalah dan melupakan bagian-bagian penting dalam pemulihan stroke seperti fisoterapi, nutrisi, dan kesehatan jiwa penderita stroke atau mungkin juga sang dokter karena sibuknya lupa menekankan hal ini saat pasien pulang dari rumah sakit.

Fisioterapi mutlak dilakukan secara rutin baik oleh fisoterapis maupun keluarga dirumah sesering mungkin yang masih bisa ditoleransi oleh pasien dengan penuh kesabaran dan jangan lupa kasih sayang, memang waktu yang diperlukan cukup panjang dengan hasil yang sangat lambat namun banyak keluarga pasien yang sabar dengan prosedur ini mendapatkan level fungsional yang cukup baik.

Read More

- Opini oleh : Pagan Pambudi (Neurologist and Pharmacologist, seorang dokter yang peduli soal Pendidikan dokter, ilmu penyakit saraf dan farmakologi, politik, keindonesiaan dan teknologi informasi)

Waspadai Serangan Afasia pasca-Stroke

Ditulis dalam HOMECARE,TEMPAT TIDUR oleh griyakami homecare pada 28 April 2010

Stroke bukan hanya mengakibatkan seseorang terkena dampak lumpuh, tetapi juga bisa menyebabkan seseorang menjadi afasia (kesulitan bicara dan berkomunikasi).

Dokter spesialis saraf Omni Hospital Pulomas, dr Ronny Yoesyanto SpS mengatakan penyakit stroke merupakan gangguan pembuluh darah otak yang terjadi tiba-tiba. Kasusnya bisa berupa penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah sehingga mengakibatkan pendarahan di otak. Salah satu efek dari stroke adalah afasia yakni seseorang tidak dapat lagi berkomunikasi atau sulit berbicara.

Umumnya, tingkat keparahan dan luasnya cakupan penderita afasia tergantung lokasi dan keparahan cedera otak. Sementara itu, dokter spesialis bedah saraf Prof Dr Sidiarto Kusumoputro SpS mengatakan afasia merupakan salah satu dampak yang ditimbulkan dari penyakit stroke.

“Afasia atau gangguan berbahasa adalah ketidakmampuan orang untuk melakukan komunikasi linguistik,” jelas Sidiarto.

Read more

Posisi tidur Pasien Stroke

Ditulis dalam ALAT KESEHATAN,HOMECARE,TEMPAT TIDUR oleh griyakami homecare pada 8 Maret 2010

Mengatur posisi di tempat tidur
Stroke berhubungan erat dengan sistem sirkulasi darah, maka posisi tidur dan kelengkapan yang digunakan menjadi hal yang penting untuk diketahui. Sebaiknya pasien menggunakan tempat tidur yang lebih padat atau hindari penggunaan kasur yang terlalu empuk demikian juga dengan bantal, karena penggunaan kasur serta bantal yang terlalu empuk akan mempengaruhi peredaran darah pasien.
Umumnya pasien paska stroke akan mengalami kondisi imobilisasi atau kurang gerak karena menurunnya kemampuan fungsional pasien/klien. Dengan adanya kurang gerak tersebut, maka beberapa komplikasi yang dimungkinkan terjadi seperti pembentukan bekuan darah, dekubitus, pnemonia, kontraktur otot, keterbatasan gerak sendi, dll.
Untuk mencegah komplikasi tersebut maka pasien perlu untuk diposisikan atau reposisikan saat diatas tempat tidur. Adapun prosedur yang sebaiknya dilakukan adalah :
 Pastikan bahwa pasien memiliki kasur yang sesuai.
 Lakukan mobilisasi (membalikkan) dari satu sisi ke sisi yang lainnya setiap 3 jam sekali sepanjang siang dan malam.
 Ubahlah posisi lengan setiap 2 jam sekali sepanjang siang dan malam hari.

Minimalkan posisi tidur terlentang sebab posisi tidur terlentang akan membuat otot-otot postur menjadi tidak aktif dan berdampak semakin cepatnya terjadi penurunan kekuatan otot. Jika tidur dalam keadaan terlentang, maka berikan sanggahan pada sisi yang lemah agar posisi terlentang tidak secara penuh.
Berikan posisi tidur miring (side lying) dengan cara :
sleep_bsleep_a1sleep_c

 Jika posisi tidur miring kekanan maka berikan topangan pada lengan kiri dan tungkai kiri dengan menggunakan bantal. Usahakan posisi kepala sejajar dengan tulang belakang.
 Jika posisi miring ke kiri maka posisikan lengan kiri lurus dan geser tulang belikat agak kedepan. Posisi kaki kiri lurus dan kaki kanan ditekuk dengan sanggahan bantal. Usahakan kepala sejajar dengan tulang belakang.

By. Irfan

Sumber : http://infostroke.wordpress.com/posisi-tidur-pasien-stroke/

HOSPITAL BED

Hospital Bed secara garis besar ada 2 jenis yaitu : electric dan manual.Electric maupun manual terbagi lagi menjadi 1 crank, 2 crank, 3 crank, dan 4 crank. Yang paling umum digunakan adalah tempat tidur 3 crank seperti contoh gambar di-bawah ini.

hospital-bed-manual-3-cranks3Yang disebut manual, karena untuk merubah posisinya menggunakan tenaga manusia dengan cara di putar bagian engkol atau putarannya (3 engkol/putarannya nya ada di bagian kaki bed ; terlihat pada gambar). Sedang jika memakai electric maka untuk merubah posisi kita hanya menggunakan remote control. Semuanya memakai tenaga listrik. Jenis tempat tidur yang memakai tenaga listrik ini banyak digunakan di ruang ICU, ruang2 special care di rumah sakit, atau ruang2 VIP. Ini contoh tempat tidur electric/listrik.

hospital-bed-electric-4-section2Jenis tempat tidur listrik untuk pemakaian di rumah harus diperhitungkan listrik di rumahnya. Artinya se-waktu2 listrik mati maka tempat tidur tidak bisa di rubah2 posisi kecuali rumah kita memakai genset. Tempat tidur ini biasanya dilengkapi dengan kasurnya. Tetapi untuk pasien yang terus menerus di tempat tidur diperlukan kasur tambahan untuk mencegah terjadinya dekubitus.

Nama kasur tambahannya alpha-bed atau kasur anti dekubitus.

care-guard-app-pump-and-pad2

Kasur ini akan terus bergelombang, bergantian gelembungnya, seperti memijat. Kasur anti dekubitus ini diletakkan diatas kasur busa tempat tidur itu sendiri.

Nah sekarang cara meletakkan tempat tidur di kamar sebaiknya tidak mepet ke dinding.
Pasien yang tidur terus menerus diatas tempat tidur, perlu dilakukan tindakan seperti misalnya,miring kiri/kanan, gosok punggung atau pada waktu lap badan. Biasanya tidak cukup seorang yang melaksanakannya. Dan biasanya berdiri di kiri dan kanan tempat tidur. Makanya bagian yang mepet tempat tidur sebaiknya bagian kepala saja. Lalu samping kiri kanan tempat tidur dekat kepala bisa diletakkan meja untuk tempat suction pump, oxymeter dll peralatan yang diperlukan pasien.

Halaman Berikutnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.