Hospital Bed secara garis besar ada 2 jenis yaitu : electric dan manual.Electric maupun manual terbagi lagi menjadi 1 crank, 2 crank, 3 crank, dan 4 crank. Yang paling umum digunakan adalah tempat tidur 3 crank seperti contoh gambar di-bawah ini.
Yang disebut manual, karena untuk merubah posisinya menggunakan tenaga manusia dengan cara di putar bagian engkol atau putarannya (3 engkol/putarannya nya ada di bagian kaki bed ; terlihat pada gambar). Sedang jika memakai electric maka untuk merubah posisi kita hanya menggunakan remote control. Semuanya memakai tenaga listrik. Jenis tempat tidur yang memakai tenaga listrik ini banyak digunakan di ruang ICU, ruang2 special care di rumah sakit, atau ruang2 VIP. Ini contoh tempat tidur electric/listrik.
Jenis tempat tidur listrik untuk pemakaian di rumah harus diperhitungkan listrik di rumahnya. Artinya se-waktu2 listrik mati maka tempat tidur tidak bisa di rubah2 posisi kecuali rumah kita memakai genset. Tempat tidur ini biasanya dilengkapi dengan kasurnya. Tetapi untuk pasien yang terus menerus di tempat tidur diperlukan kasur tambahan untuk mencegah terjadinya dekubitus.
Nama kasur tambahannya alpha-bed atau kasur anti dekubitus.

Kasur ini akan terus bergelombang, bergantian gelembungnya, seperti memijat. Kasur anti dekubitus ini diletakkan diatas kasur busa tempat tidur itu sendiri.
Nah sekarang cara meletakkan tempat tidur di kamar sebaiknya tidak mepet ke dinding.
Pasien yang tidur terus menerus diatas tempat tidur, perlu dilakukan tindakan seperti misalnya,miring kiri/kanan, gosok punggung atau pada waktu lap badan. Biasanya tidak cukup seorang yang melaksanakannya. Dan biasanya berdiri di kiri dan kanan tempat tidur. Makanya bagian yang mepet tempat tidur sebaiknya bagian kepala saja. Lalu samping kiri kanan tempat tidur dekat kepala bisa diletakkan meja untuk tempat suction pump, oxymeter dll peralatan yang diperlukan pasien.

